kulitintacetak.com

Belajar Pengetahuan Tinta Cetak dan Blog

Tinta UV Bagian 3

Posted on | September 10, 2009 | 10 Comments

Kulitintacetak akan melanjutkan mengenai Tinta UV, simak ya ….

Komposisi tinta UV

Seperti tinta pada umumnya komposisi tinta, tinta UV terdiri dari vehicle, pigment, additive dan khusus untuk tinta UV ditambah dengan photoinisiator. Dalam hal ini yang perlu dibahas adalah vehicle dan photoinisiator.Vehicle adalah bahan yang berfungsi untuk mengikat pigment pada permukaan cetakan. Untuk tinta UV sebagai vehicle digunakan Oligomer merupakan suatu golongan senyawa kimia yang meyerupai resin pada tinta konvensional. Karena berat molekulnya yang lebih besar dan tingkat reaktif yang lebih rendah, tingkat bahaya oligomer lebih rendah bila dibandingkan dengan monomer. Hanya saja yang mungkin mengkhawatirkan adalah senyawa-senyawa kimia yang dipergunakan untuk membuat oligomer tersebut (sama seperti proses pembuatan melamin yang menggunakan formalin). Salah satu contoh senyawa yang mungkin tersisa pada oligomer adalah isocyanate. Isocyanate dalam jumlah kecil mempunyai efek racun yang perlu dipertimbangkan.Monomer adalah senyawa yang mempunyai berat molekul yang lebih rendah. Karena sifat reaktifnya yang lebih tinggi banyak senyawa monomer yang digolongkan sebagai berbahaya (dapat menyebabkan iritasi pada kulit), bahkan ada beberapa senyawa monomer yang digolongkan sebagai carcinogenic (zat penyebab kanker) dan karena berat molekulnya yang rendah beberapa senyawa monomer dapat meresap melalui pori-pori pada kulit. Kebanyakan monomer yang digunakan merupakan golongan acrylate dan methacrylate. Didalam monomer dan oligomer biasanya juga ditambahkan inhibitor polymerisasi seperti hydroquinone dan methyl ether hydroquinone.Perbedaan fungsi oligomer dan monomer adalah viscosity. Biasanya oligomer (viscosity lebih tinggi) adalah material utama, sedangkan monomer adalah material yang ditambahkan untuk mendapatkan viscosity yang diinginkan.Monomer dan oligomer iniliah yang akan berpolimerisasi setelah photoinisiator bereaksi karena terkena cahaya UV.

Photoinisiator

Pada tinta UV berfungsi untuk memulai reaksi polymerisasi ketika terkena sinar UV. Secara umum photoinisiator pada tinta UV dibagi atas 2 yaitu :

  1. Ini merupakan jenis photoinisiator yang paling banyak digunakan. Jenis photoinisiator ini bereaksi ketika terkena sinar UV dengan menghasilkan radikal bebas yang akan memicu reaksi polymerisasi dari monomer dan oligomer pada bahan tinta.
  2. Kationik, Dengan sistem kationik, reaksi polymerisasi terjadi pada saat terekspose dengan sinar UV dan reaksi akan terus berlanjut hingga semua bahan tereaksi. Tinta UV dengan sistem kationik mempunyai beberapa keunggulan dibandingkan dengan sistem radikal bebas. Daya rekat yang lebih kuat menyebabkan tinta dapat lebih melekat pada beberapa substrat yang lebih ’sulit’ misalnya PP dan PA. Aroma pada cetakan juga berkurang.Kelemahan dari sistem kationik adalah komponen epoxy kurang reaktif bila dibandingkan dengan sistem acrylate. Akibatnya kecepatan mesin harus dikurangi. Kelemahan yang lain adalah dapat menghasilkan senyawa . Photoinisiator sistem kationik berupa garam-garam sulfonium dapat menghasilkan sejumlah kecil benzene ketika diekspose dengan sinar UV.

Handling Tinta UV

Karena susunan kimia tinta UV yang berbeda dari tinta konvensional, maka penanganannya juga harus berbeda. Hal ini terutama harus ditekankan pada yang biasa menangani tinta konvensional. Kontak langsung dengan tinta UV harus dikurangi. Dibandingkan dengan tinta konvensional, bahan baku tinta UV mempunyai tingkat toxic yang lebih tinggi. Bahan-bahan ini digolongkan dapat menyebabkan iritasi pada mata dan kulit.Oleh sebab itu semua personil yang mempunyai kemungkinan kontak dengan tinta UV sebaiknya mempunyai perlindungan yang memadai, minimal pakaian dan sarung tangan. Sebaiknya jika memungkinkan juga kacamata (goggles). Masalah kebersihan juga perlu diperhatikan. Karena tinta UV tidak bisa mengering, jika ada bagian tubuh atau pakaian/sepatu yang terkontaminasi, maka tinta itu bisa menempel ke mana saja kita bergerak. Demikian juga tinta yang menempel tersebut akan pindah ke tubuh/pakaian orang lain dan menyebar kemana-mana. Karena vapor presure yang rendah dan titik nyala yang tinggi 100degC, maka tinta UV tidak mudah terbakar. Tapi ada satu hal yang perlu diperhatikan dalam penyimpanan tinta UV. Ada kemungkinan bisa terjadi yang mungkin disebabkan oleh panas, sinar UV ataupun kontaminasi bahan yang memulai reaksi polimerisasi Jika terjadi polymerisasi dalam suatu ruang tertutup (misalnya pail & drum untuk kemasan tinta) bisa berbahaya. Hal ini dikarenakan reaksi polymerisasi akan menghasilkan panas dan menambah volume bahan. Jika terlalu besar, kemungkinan bisa terjadi ledakan atau semburan. Oleh sebab itu cara penyimpanan tinta UV yang terbaik adalah pada ruangan yang tertutup/gelap dan ber-AC.

Comments

10 Responses to “Tinta UV Bagian 3”

  1. dasir
    September 10th, 2009 @ 4:06 pm

    Pertamaxxx..

    [Balas]

  2. dasir
    September 10th, 2009 @ 4:08 pm

    keduaxxxxy..

    [Balas]

  3. dasir
    September 10th, 2009 @ 4:10 pm

    ketigaxxx…

    [Balas]

  4. dasir
    September 10th, 2009 @ 4:12 pm

    Kaopaxxxx…

    [Balas]

  5. dasir
    September 10th, 2009 @ 4:13 pm

    Kelimaxxx…

    [Balas]

  6. dasir
    September 10th, 2009 @ 4:23 pm

    Wah harus di AC pak,kalo satu drum mudah,kalo 100 drum AC nya brp watt..tar dikira ‘main-main’..salam hangat dari dasir pak..malam,pamit gih pak..

    [Balas]

  7. suwung
    September 12th, 2009 @ 4:18 am

    okeh bos

    [Balas]

  8. genthokelir
    September 15th, 2009 @ 4:56 am

    terima kasih ilmunya mas
    genthokelir´s last blog ..Karena Stiker Gunungkelir My ComLuv Profile

    [Balas]

  9. M3Y
    September 17th, 2009 @ 6:27 am
  10. Dougles
    December 23rd, 2009 @ 12:13 pm

    Amazing! Not clear for me, how offen you updating your kulitintacetak.com.
    Have a nice day
    Dougles

    [Balas]

Leave a Reply





[+] kaskus emoticons nartzco